• Imagen 1

    Gedung Madrasah Aliyah Al-Ihsan

Tampilkan postingan dengan label Sains dan Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains dan Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jangan Sepelekan Kecerdasan Domba



Penelitian terbaru ternyata mengungkapkan hal yang selama ini di luar perkiraan orang. Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira selama ini.
Dr Laura Avanzo dan Dr Jeniffer Morton dari University of Cambridge mengatakan bahwa domba atau biri-biri ternyata cukup cerdas dan dapat membuat sebuah keputusan yang mandiri.
"Domba hidup dalam sebuah kumpulan dan mereka kadang terlihat bodoh. Namun, saat Anda menemuinya sebagai sebuah individu, mereka bisa berlaku dengan cara yang berbeda," kata Dr Morton. 
Dr Avanzo dan Dr Morton mengatakan, hal ini mirip dengan manusia di mana mereka bisa bersikap berbeda ketika mereka berada dalam sebuah kawanan dan dalam keadaan sendiri.
Temuan ini sendiri terjadi secara kebetulan, di saat peneliti hendak melakukan riset tentang Penyakit Huntington, yakni penyakit bawaan yang menyebabkan seseorang menjadi demensia atau pikun.
Dalam penelitian mereka, tujuh biri-biri betina jenis Ovis aries disertakan dalam serangkaian ujicoba. Mereka dihadapkan pada sepasang tempat makan berwarna berbeda, salah satunya diisi dengan makanan. 
Kemudian mereka dihadapkan sepasang tempat makan yang dengan pola warna berbeda. Namun, ternyata berhasil belajar untuk belajar pola yang baru. 
Menurut peneliti, biasanya hanya manusia dan primata-primata lain yang bisa merespon perubahan ini dengan mudah. Kebanyakan binatang besar berjuang keras untuk bisa melakukan hal itu. Sebab ini melibatkan bagian otak bernama prefrontal cortex. 
Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa domba ternyata bisa lulus dalam sebuah psikotes yang biasanya gagal dilalui oleh monyet.
Domba juga memiliki ingatan yang sangat tajam. Ia mengingat teman-temannya selama dua tahun terakhir. Mereka bisa mengingat wajah baik wajah domba lain, maupun wajah manusia, bahkan mampu mengenalinya melalui gambar di foto. Oleh karenanya, kini para peneliti tak lagi meremehkan kecerdasan seekor domba.
(sumber: VIVAnews.com)

Apple Buat iPhone Murah



Apple kabarnya tengah mempersiapkan peluncuran iPhone versi yang lebih terjangkau dari iPhone biasa. 
Menurut laporan Bloomberg, iPhone ini akan memiliki ukuran yang lebih kecil dari ukuran iPhone biasa. Oleh karenanya, ia nantinya memiliki nama iPhone Mini.
Postur iPhone Mini ini, besarnya dua pertiga dari ukuran iPhone yang ada saat ini. Tentu saja, harganya pun akan lebih murah dari sebelumnya, yakni sekitar US$200 atau sekitar Rp 1,78 juta.
Seperti dikutip dari PCWorld, handset iPhone Mini akan menggunakan dual SIM card yang memungkinkannya berjalan di dua jaringan, GSM dan CDMA. Selain itu ponsel ini juga tidak memiliki tombol Home seperti pada iPhone sebelumnya.
Langkah Apple ini merupakan upaya mereka untuk bisa bersaing dengan ponsel-ponsel cerdas berplatform Google Android berbujet rendah.
"Tidak puas dengan menyasar 25 persen pasar ponsel, kini Apple tengah mengejar 100 persen pangsa pasar ponsel," ujar Charlie World, analis dari Needham & Co.
Sumber Bloomberg mengatakan, Apple berencana untuk meluncurkan iPhone Mini ini pada pertengahan 2011. (hs)

(sumber: VIVAnews.com)

Evolusi ular berkaki


VIVAnews - Dari penelitian terbaru terhadap fosil ular yang diperkirakan telah berusia 95 juta tahun, terungkap bahwa ada dua tulang kaki kecil yang tersambung ke tulang pinggul hewan tersebut.
Seperti dikutip dari LiveScience, 10 Februari 2011, fosil yang ditemukan di Libanon tersebut berasal dari zaman di mana ular belum kehilangan tungkai belakang mereka.
Rekonstruksi tiga dimensi terhadap tulang tersebut akan segera dilakukan untuk membantu para peneliti memahami bagaimana ular berevolusi hingga kehilangan kakinya itu.
Adapun perdebatan yang menghangat di kalangan paleontologist adalah apakah nenek moyang ular berkaki itu merupakan kadal yang berenang di air atau kadal yang melata di darat.
“Sebuah tulang kaki berukuran panjang satu inci (sekitar 2,5 centimeter) terlihat pada fosil ular Libanon. Sayangnya, separuh bagian panggul ular itu terkubur di dalam batu,” kata Alexandra Houssaye, peneliti dari Museum National d’Histoire Naturelle, Paris, Perancis.
Ular yang panjangnya 19 inci (sekitar 50 centimeter) ini merupakan Eupodophis descouensi, yang merupakan satu dari tiga fosil ular yang pernah ditemukan memiliki kaki. “Membongkar batu untuk menemukan satu kaki lagi tidaklah dimungkinkan,” ucapnya.
Untuk itu, peneliti akan menggunakan teknik yang disebut sebagai synchrotron-radiation computed laminography (SRCL). Serupa dengan pemindaian medis CT scan, SRCL menggunakan sinar X untuk menggambarkan struktur internal dari sebuah objek, namun dengan resolusi 1.000 kali lebih tinggi.
Dari pemindaian, terlihat kaki yang tersembunyi di dalam batu itu bertekuk di bagian lutut. Akan tetapi, kaki itu tidak memiliki telapak dan tulang jari.
“Struktur tulang kaki yang tersimpan rapi di dalam batu ini serupa dengan struktur tulang milik kadal darat,” kata Houssaye. “Meski demikian, satu penelitian saja tidak akan bisa memastikan apakah ular ini punya nenek moyang hewan air atau hewan darat,” ucapnya.
Meski demikian, Houssaye menyebutkan, anatomi tulang milik ular itu menunjukkan bahwa evolusi telah menghilangkan kaki milik ular bukan dengan mengubah cara tulang itu tumbuh. “Kemungkinan, kaki itu tumbuh melambat atau semakin pendek,” ucapnya.
Eksperimen tersebut, menurut Houssaye, merupakan eksperimen pertama yang menggunakan teknik SRCL di dunia paleontology, dan masih banyak yang perlu dianalisa. “Langkah selanjutnya adalah menganalisa fosil tulang belakang ular lainnya, mengamati tungkai ular dan kadal hidup dan menganalisa fosil ular tertua yang pernah ditemukan,” ucapnya. (sumber : VIVAnews.com)

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme